Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Ahli gizi sarankan konsumsi MBG maksimal dua jam setelah dibagikan
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-03 15:27:09【Resep Pembaca】777 orang sudah membaca
PerkenalanTim ahli gizi SPPG Polda Kepulauan Babel melakukan pemorsian MBG di Pangkalpinang. ANTARA/Antara Bab

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) Budi Setiawan menyarankan penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) segera mengkonsumsi makanan maksimal dua jam setelah dibagikan.
"Jadi, makanan itu idealnya dimakan ngak lebih dari dua jam setelah dimasak, kalau memang kudapannya digoreng, itu juga harus dibatasi agar ngak dimakan siswa lebih dari empat jam," katanya dalam siniar Badan Gizi Nasional (BGN) yang diikuti di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Wamen Isyana apresiasi SPPG libatkan ahli gizi identifikasi alergen
Budi memahami bahwa Program MBG baru pertama kali berjalan di Indonesia, sehingga baik pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun katering masih melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu.
"Ini karena pertama kali di Indonesia, jadi dunia kuliner dan gizi itu kan baru pertama kali membuat makanan dengan kapasitas 3.000-4000 setiap hari, jadi, katering komersial juga mungkin belum pernah punya pengalaman itu," ujar dia.
Budi menekankan pentingnya pelatihan keamanan pangan bagi petugas SPPG agar mampu mengelola distribusi MBG dengan lebih baik.
Baca juga: Pakar BGN paparkan sejumlah peran ahli gizi dalam Program MBG
Baca juga: Gubernur Kepri ingatkan ahli gizi SPPG kontrol ketat pengolahan MBG
"Jadi perlu dilakukan pelatihan, khususnya keamanan pangan. Ada beberapa informasi di SPPG itu saat memasak butuh waktu yang lama, pemorsian di holding-nya juga terlewati waktunya, kemudian waktu pengantarannya juga, sehingga ada risiko bahwa makanan itu dikonsumsi terlalu lama, ini perlu jadi kritik bagi BGN," tuturnya.
Hingga November 2025, jumlah penerima manfaat MBG di Indonesia telah mencapai lebih dari 40 juta orang, dengan jumlah SPPG yang telah beroperasi lebih dari 13 ribu unit.
Suka(558)
Sebelumnya: 56 UMKM di Jakbar ikuti pelatihan komoditi makanan
Selanjutnya: Kiat merawat kompor di rumah agar awet
Artikel Terkait
- Polri gelar tanam jagung kuartal IV guna dukung swasembada pangan
- Kiat mempertahankan nutrisi makanan saat memasak menggunakan microwave
- Pemkab Bantul kumpulkan pengelola SPPG untuk evaluasi MBG
- BPS: Konsumsi RT tumbuh 4,89 persen, disokong transportasi
- Kemenpar sebut SIAL Interfood 2025 jadi ajang perkuat industri MICE
- BGN bilang Bali masih butuh banyak SPPG untuk layani MBG
- IHSG BEI menguat seiring stabilitas ekonomi domestik
- Stafsus: MBG
- Jangan sepelekan campak, pahami gejala hingga pencegahan yang tepat
- Kiat mempertahankan nutrisi makanan saat memasak menggunakan microwave
Resep Populer
Rekomendasi

Bulan Sabit Merah sebut 29 staf di Gaza tewas sejak agresi Israel

DPR dorong kemandirian gula nasional dari hulu ke hilir

Mengungkap cara astronaut masak steik di stasiun luar angkasa China

Menengok suasana jelang pembukaan ajang CIIE ke

Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG

CP Group Thailand yakin pada pasar China yang luas dan terbuka

Ekonomi TW

Mentan: beras sumbang deflasi 23 provinsi berkat sinergi lintas sektor